Sultan Madura Guyur Uang Di Program MBG Bangkalan

Sultan Madura Guyur Uang Di Program MBG Bangkalan

Sultan Madura Guyur Uang Di Program MBG Bangkalan Yang Membuat Warga Heboh Dari Kemurahan Hatinya Membagikan Uang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di gelar di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Tentu yang mendadak menjadi sorotan. Bukan tanpa alasan, sebab pembagian MBG pada Rabu (11/2/2026) ini menghadirkan kejutan tak terduga bagi para siswa. Setiap ompreng makanan yang di bagikan ternyata berisi bukan hanya hidangan bergizi. Akan tetapi juga uang tunai senilai Rp 50.000. Sebanyak 1.877 siswa dari 19 sekolah, mulai dari jenjang TK hingga SMA.

Maka yang menjadi penerima manfaat program tersebut. Dan suasana haru dan bahagia pun tak terbendung. Saat ompreng di buka secara serentak. Terlebih yang sorak sorai langsung terdengar di halaman sekolah. Anak-anak dengan wajah sumringah mengangkat uang pecahan Rp 50.000 sambil mengucapkan terima kasih. Momen tersebut terekam di setiap sekolah dan cepat menyebar luas. Di balik aksi dermawan ini, sosok Haji Her, yang kerap di juluki “Sultan Madura”, kembali menjadi perbincangan publik. Mari kita simak lengkap dari kemurahan hati si Sultan Madura ini.

Kejutan Tak Terduga Di Balik Ompreng MBG

Fakta paling mencuri perhatiannya adalah Kejutan Tak Terduga Di Balik Ompreng MBG. Awalnya, para siswa mengira mereka hanya akan menerima paket makan bergizi seperti biasanya. Namun begitu ompreng di buka, reaksi spontan langsung terjadi. Dalam video yang beredar, terlihat siswa serentak bersorak dan mengucapkan, “Terima kasih Haji Her,” sambil memegang uang tersebut. Reaksi polos dan tulus itu menjadi gambaran nyata betapa besar arti bantuan sederhana bagi anak-anak. Menariknya, pembagian ini dilakukan secara terbuka dan di rekam di masing-masing sekolah. Transparansi tersebut membuat momen ini terasa semakin jujur dan apa adanya. Transisi dari program sosial rutin menjadi peristiwa penuh kejutan inilah yang membuat MBG Bangkalan kali ini terasa berbeda.

Sosok Haji Her Dan Tradisi Berbagi Kebahagiaan

Di balik aksi ini, Sosok Haji Her Dan Tradisi Berbagi Kebahagiaan. Menurut keterangan Fathurrosi, pembagian MBG berhadiah uang tersebut memang murni berasal dari niat pribadi Haji Her untuk berbagi kebahagiaan, khususnya kepada anak-anak. “Iya betul itu dari Haji Her. Memang beliau ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak yang menerima MBG ini,” ujar Fathurrosi saat di konfirmasi melalui sambungan telepon. Kali ini, kegiatan tersebut dilakukan di dapur milik Haji Her sendiri. Kemudian menandakan keterlibatan langsung dalam proses berbagi. Transisi dari sedekah personal ke program yang terorganisir menunjukkan konsistensi kepedulian sosial. Tidak hanya memberikan bantuan sesaat, aksi ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya berbagi kepada generasi muda sejak dini.

Dampak Nyata Bagi 1.877 Siswa Di Tanah Merah

Fakta berikutnya yang tak kalah penting adalah Dampak Nyata Bagi 1.877 Siswa Di Tanah Merah. Total penerima mencapai 1.877 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Jika di hitung, total dana yang di keluarkan mencapai Rp 93.850.000. Dan angka yang tidak kecil untuk kegiatan sosial berskala lokal. Bagi siswa, uang tersebut bukan sekadar nominal. Banyak dari mereka yang bisa menggunakannya untuk kebutuhan sekolah. Kemudian membantu orang tua, atau sekadar merasakan kebahagiaan sederhana. Dampak psikologisnya pun terasa kuat. Karena anak-anak merasa di perhatikan dan di hargai.

Lebih dari itu, program ini menciptakan pengalaman kolektif yang akan di kenang oleh para siswa. Transisi dari sekadar menerima makanan menjadi momen penuh makna sosial menjadikan MBG Bangkalan kali ini terasa istimewa. Peristiwa ini bukan hanya tentang uang atau makanan gratis. Di baliknya, tersimpan pesan tentang empati, kepedulian. Dan berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya anak-anak. Di tengah berbagai isu sosial, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa kebaikan masih hidup dan bisa hadir dalam bentuk sederhana. Senyum 1.877 siswa di Tanah Merah menjadi bukti nyata. Dan bahwa berbagi sekecil apa pun, mampu meninggalkan dampak besar seperti kemurahan hati yang dilakukan Sultan Madura.